"Hai
Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, jika Allah
mengetahui ada kebaikan dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang
lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan dia akan mengampuni kamu.
Dan, Allah Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang". (Q.,s. al-Anfaal : 7)
Menurut
beberapa orang ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abbas bin
Abdul Muththalib, Aqil bin Abdul Muththalib dan Naufal ibnu al-Harits.
Abbas bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu
Ia adalah
paman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan salah seorang yang paling
akrab dihatinya dan yang paling dicintainya. Karena itu, beliau senantiasa
berkata menegaskan, "Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa
yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku."
Di zaman
Jahiliah, ia mengurus kemakmuran Masjidil Haram dan melayani minuman para
jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah, Rasulullah pun dekat
sekali di hatinya. Ia pemah menjadi pembantu dan penasihat utamanya dalam
bai'at al-Aqabah menghadapi kaum Anshar dari Madinah. Menurut sejarah, ia dilahirkan
tiga tahun sebelum kedatangan Pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Baitullah
di Mekkah. Ibunya, Natilah binti Khabbab bin Kulaib, adalah seorang wanita Arab
pertama yang mengenakan kelambu sutra pada Baitullah al-Haram.
Pada waktu
Abbas masih anak-anak, ia pemah hilang. Sang ibu lalu bernazar, kalau puteranya
itu ditemukan, ia akan mengenakan kelambu sutra pada Baitullah. Tak lama
antaranya, Abbas ditemukan, maka iapun menepati nazamya itu
Istrinya
terkenal dengan panggilan Ummul Fadhal (ibu Si Fadhal) karena anak sulungnya
bemama al-Fadhal. Wajahnya tampan. Ia duduk dibelakang Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam ketika beliau menunaikan haji wada'-nya. Ia meninggal
dunia di Syam karena bencana penyakit amuas. Anak-anaknya yang lain
sebagai berikut ; yaitu anak kedua, Abdullah, seorang ahli agama yang mendapat
doa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, meninggal di Thaif. Ketiga,
Qutsam, wajahnya mirip benar dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam . Ia
pergi berjihad ke negeri Khurasan dan meninggal dunia di Samarkand. Keempat,
Ma'bad, mati syahid di Afrika. Abdullah (bukan Abdullah yang pertama), orangnya
baik, kaya,dan murah hati meninggal dunia di Madinah. Kelima, Puterinya,
Ummu Habibah, tidak banyak dibicarakan oleh sejarah.
Para ahli
sejarah berbeda keterangan tentang Islamnya Abbas. Ada yang mengatakan, sesudah
penaklukkan Khaibar. Ada yang mengatakan, lama sebelum Perang Badar. Katamya,
ia memberitakan kegiatan kaum musyrikin kepada Nabi di Madinah, dan kaum
muslimin yang ada di Mekkah banyak mendapat dukungan dari beliau. Kabamya, ia
pemah menyatakan keinginannya untuk hijrah ke Madinah, tapi Rasulullah menyatakan,
"Kau lebih baik tinggal di Mekah ".