.

.

Pages

Senin, 09 Mei 2011

Ada Jomblo ditengah kita

ADA JOMBLO DITENGAH KITA 

buletin remaja islam-studia edisi 216/tahun 5(11 oktober 2004)

semua itu mimpi...o...ououo
hanyalah bualan...o...ououo
semua itu bohong ...o...ououo
aku tetap saja ..o.. tetap sendiri

kamu pasti udah hapal ama lirik lagu ini, minimal pasti udah pernah denger ama lirik lagu yang dinyayiin Armand Maulana sang vokalis GIGI diatas. apalagi kalau ditanya judul lagunya ... langsung pada ngacung, pasti deh.tapi please, yang blon make rexona jangan ikut ngacung dulu (emang iklan ??). bukan apa-apa. takut disangka sumber polusi hehehehhe.........keep smile yoo.

selain easy listening, tuh lagu turut mempopulerkan istilah jomblo dikalangan anak muda. liriknya seolah mengungkapkan kegelisahan hati seseorang yang belum punya gandengan. soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa doi' engga. btull...?? betuul...tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih ...? tulalit ......

gini ya, secara etimologi (cie, bahasanya) seperti yang tercantum dalam kamus besar bahasa indonesia jomblo itu artinya perempuan tua yang enggak laku-laku alias perawan tua. tapi seiring berjalannya waktu terjadi perluasan makna. kini, jomblo jomblo dimaknai sebagai julukan "trendi" buat mereka yang masih sendiri, blon punya pacar atau gandengan (emang truk..??). pokoknya masih suka sendiri lah..gitchu.... ehehehe 

Pro-kontra seputar jomblo

dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo ga kalah serunya dengan debat capres dan cawapres menjelang pemilu kemaren-kemaren. banyak yang pro juga banyak yang kontra.

bagi yang pro, mereka enjoy sambil bilang "its okey to be a jomblo" (eciee bahasanya ga nahan). predikat itu ga maslaah bagi mereka, smape ada yang buat perkumpulannya misal, JOJOBA (jomblo-jomblo bahagia), trus ada IJO LUMUT (ikatan jomblo lucu dan imut), boleeh tuh ..??? siapa yang mau ikutan ..??

mereka ngerasa keberaddan pasangan malah bikin ribet. kayak memasung kebebasan bin kreativitasnya. deket dikit ama temen lawan jenis dicemburuin... (hehe, pengalaman), ga mau ngikutin kemauan "yayang"dibilang ga cinta, ga bales sms atau miskol disangka selingkuh, punya pendapat berbeda malah dicemberutin, kalau sudah sperti itu, mending milih jomblo, ga mengikat dan diikat orang lain...punya otoritas sendiri buat nentuin langkah .......mereka juga ga ngerasa membebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya. ga heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya.
berbeda dengan yang pro, yang kontra juga punya alasan yang ga kalah dasyatnya. bagi mereka menyandang nick name "jomblo" adalah layaknya seperti kutukan mak lampir (seremm..)soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam.garing bin kering kerontang, apalgi dikalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem (jlep, jlep..)wa bikin kuping panas. seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, kek, dan olin dalam film 30 mencari cinta yang dituding lesbian gara-gara cuma ga punya gacoan. gimana ga gondok ...?? ga ku..ku deeh...

kaum yang kontra ini, ada yang sampe buat perkumpulan gitu, nandingin kaum yang pro tadi.contoh : PJI alias partai jomblo indonesia.(ckck)mereka memperjuangkan persamaan hak untuk mendapatkan hak dalam mendaptkan jodoh. mengingat ada diantara mereka yang terkena dampak buruk dari "ROLEK"alias resiko orang jelek. loyalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat. "jomblo itu pedih, jendral..." walah ..
 
Mending jomblo daripada maksiat

sobat muda muslim, kian hari opini media yang memojokkanpara jomblo kian tak terkendali. remaja diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa hati mereka pada lawan jenisnya dengan berpacaran. tayangan-tayangan ghibahtaiment yang selalu berseliweran dilayar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi lebih utama dalam hidup manusia.aksi "penembakan' (wah, mati dong)yang dilakukan remaja dalam "katakan cinta", sampe ada selingkuh-selingkuhan di "termehek - mehek" naudzubillah .

yang parah, acara-acara seperti ini remaja konsumsi setiap hari. cinta...cinta....cinta....dan cinta.tiada hari tanpa obrolan cinta, ga dikelas, dikantin, di toilet. otomatis secara psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. bukan juga mengajak para jomblo untuk tabbatul (ngelajang). tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblonya selalu berujung dengan pacaran, mending istiqomah deh nyandang status jomblo. seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamet dari aktivitas maksiat ...sesuju...????

High Quality Jomblo =JI

sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu disesali. karena derajat manusia dihadapan Allah tidak dinilai berdasarkan itu. itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dngan para alumninya yang udah merit untuk dapetin separo agamanya (pahala Allah yang berlimpah), jadilah High Quality Jomblo (HQJ) dihadapan Allah, caranya ...???

  1. HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik, tapi dinilai dari keterikatan dengan aturan Allah. ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. dari bangun tidur ampe tidur lagi. sehingga melahirkan sikap akhlakul karimah. dengan tetangga sebelah rumah akur, ngga sungkan buat bantuin yang butuh bantuan. anti sikap individualisbin egois. santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat, bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. atau terbuka untuk menerima pendapat dan saran.
  2. seorang HQJ ngga dosa punya tampang menawan hati. itu kan anugerah dari Allah (kalo yang nulis mah Wallahua'lam), yaa kudu disyukuri. tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake buat tebar pesona sana-sini. apalagi sampe diobral. emangnya produk ..???
  3. seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriaannya. waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompet ngga dihabisin buat ngurusin cinta yang ga sehat. tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan RosulNya. kegigihan dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan ummat. ngasih porsi yang lebih besar buat dakwah.
itu sebabnya doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, wa taat syariat. malah ada juga lho diantara mereka yang jejak prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan islam.karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal, jodoh, rezeki, kebaikan, de el el)
Rosul bersabda, "tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat yang didalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya, sungguh sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya" (HR. Al-Baihaqi)
nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti diatas. jangan minder meski tampang kita pas-pasan, kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. sebab cuma buat yang original Allah bakal kasih guarantee ama reward. ngga cuma seumur hidup, tapi dunia akherat, diakherat kita selamat, didunia kita bisa jadi anggota JI.
Hah, JI??!, sst... jangan bilang-bilang, ntar diciduk lagi ama desus 88. JI disini artinya Jomblo idaman yang bisa jelma jadi CIA (Cowok incaran Akhwat) atau FBI (Female bidikan Ikhwan). masa nggak kepengen sih ??
Wallahu a'lam..    hehehe  

1 komentar: